Dalam pekerjaan
membangun dan mendesain rumah tinggal pada prinsipnya adalah membangun sebuah
kepribadian. Dari sebuah bangunan rumah tinggal dapat tercermin gaya hidup dan bahkan
kepribadian dari pemiliknya. Maka dari itu sebelum membangun sebuah bangunan
rumah tinggal biasanya arsitek akan berusaha untuk mengenal lebih dalam
mengenai kepribadian si pemilik rumah karena hal ini akan berpengaruh terhadap
desain rumah serta konsep yang dibuat oleh si arsitek rumah anda. Untuk
membangun sebuah rumah tinggal yang sesuai dengan karakteristik pemilik rumah
tidak selamanya harus mahal.
Dalam membangun
rumah pun ada faktor-faktor yang harus diperhatikan, salah satunya letak
geografinya, arsitek dengan estetika dan juga masalah harga. Secara geografis,
Indonesia beriklim tropis karena terletak di kawasan tropis dan diapit oleh
Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Suhu udara antara 20 - 30 derajat
Celsius, dengan curah hujan rata-rata 2.000-3.000 milimeter per tahun, turut
menyuburkan hutan-hutan yang terserak di seluruh kepulauan. Kondisi tropis alam
Indonesia identik dengan hutannya yang hijau. Potensi hutan yang hijau itu
mampu menggugah para arsitek rumah tinggal terutama para arsitek
yang desainnya mengaplikasikan
desain tropis modern
Desain minimalis yang menjadi tren pada beberapa tahun belakangan ini,
terutama di Indonesia . Desain ini pada dasarnya, merupakan modifikasi aliran desain bergaya
modern, desain modern ini kemudian direduksi. Aliran ini sering pula
diintepretasikan sebagai reaksi terhadap
gaya ekspresionisme.
Di Indonesia, kecenderungan orang memilih desain arsitektur minimalis,
semata-mata sebagai reaksi kejenuhan terhadap model bangunan yang
cenderung monoton, banyak ornamen, susah dibersihkan
dan lain-lain. Di lain sisi, tren minimalis juga dipengaruhi oleh gaya
arsitektur dunia pada umumnya yang
cenderung mengutamakan kesan praktis, sederhana namun tidak mengurangi fungsi dasar dan keindahannya
Biasanya membangun dan mendesain rumah perlu bantuan dari arsitek dan
biasnya akan dibicarakan soal estetika, estetika sangat penting karena biasanya estetika ukurannya berbeda bagi
setiap orang. Sama seperti
sebuah bahasa,
bila tidak ada bahasa, maka pengetahuan tidak tertularkan. Dalam arsitektur, estetika
adalah sebuah bahasa visual, yang tidak sama dengan beberapa bahasa estetika
yang tidak visual, seperti bahasa itu sendiri. Estetika dalam arsitektur
memiliki banyak sangkut paut dengan segala yang visual seperti permukaan,
volume, massa, elemen garis, dan sebagainya, termasuk berbagai order harmoni,
seperti komposisi.
Estetika yang
berbeda dicari untuk mendapatkan pengalaman estetis lain, misalnya turis luar negeri
datang ke Bali. Estetika meskipun berkaitan dengan 'rasa' saat melihat bangunan
juga dapat dibangun melalui aplikasi teori arsitektur. Inilah mengapa estetika
patut dibahasakan dan dibahas dalam alat yang bernama komunikasi. Estetika
dapat dimengerti dan dikembangkan melalui pemahaman berbagai hal menyangkut
teori estetika, menjadi dasar bagi banyak cabang seni. Namun melihat berbagai
dimensi yang mempengaruhi bagaimana seorang manusia mengapresiasi keindahan,
estetika hanyalah sebuah media untuk mencoba menjelaskan apa yang disebut
indah, namun tidak pernah bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dalam
benak seseorang berkaitan dengan sensasi keindahan.
sumber :
http://www.jasa-arsitek.com/articles/55-kiat-dan-tips-hemat-membangun-a-merenovasi-rumah.html
http://www.jasa-arsitek.com/articles/56-membangun-rumah-tidak-selamanya-harus-mahal-.html
http://www.jasa-arsitek.com/articles/57-membuat-rumah-dengan-mengadaptasi-iklim-tropis.html
http://www.jasa-arsitek.com/articles/61-arsitek-dan-estetika-bangunan.html
http://www.jasa-arsitek.com/articles/65-trend-rumah-gaya-minimalis.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar