Minggu, 16 November 2014

Rumah Untuk Iklim Tropis

Secara geografis, Indonesia beriklim tropis karena terletak di kawasan tropis dan diapit oleh
Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Suhu udara antara 20 - 30 derajat Celsius, dengan
curah hujan rata-rata 2.000-3.000 milimeter per tahun, turut menyuburkan hutan-hutan yang
terserak di seluruh kepulauan. Kondisi tropis alam Indonesia identik dengan hutannya yang
hijau. Potensi hutan yang hijau itu mampu menggugah para arsitek rumah tinggal  terutama
para arsitek  yang desainnya mengaplikasikan
desain tropis modern
=======================================================
Dengan latar belakang tersebut, perwujudan konstruksi dan eksterior & interior desain rumah
tinggal
yang mengadaptasi kondisi iklim Indonesia lebih menguntungkan penghuninya. Adaptasi
tersebut sangat memungkinkan penghuni berhemat karena mudahnya perawatan.
Adaptasi rumah tinggal bagi arsitek rumah tropis modern yang menyesuaikan dengan kondisi
iklim Indonesia yang tropis dan identik dengan ekologi tropisnya, yakni hutan yang subur,
diterjemahkan dalam desain tematis arsitektur sebagai rumah tropis, interior desain maupun
bagian eksteriornya. Dengan demikian, salah satu ciri rumah tropis modern adalah memiliki
banyak tanaman hijau, baik pepohonan ataupun tanaman bertubuh rendah (shrubs), atau
dengan kata lain sangat lekat dengan unsur alam dan natural, baik itu interior design maupun
eksteriornya.
Unsur modern yang ditambahkan dalam rumah tropis memiliki arti terkini atau terbaru. Trend
desain rumah tinggal yang saat ini adalah berkonsep minimalis dimana konsep desain
minimalis sangat menguntungkan rumah tinggal yang memiliki keterbatasan lahan. Kendati
demikian, keterbatasan lahan bukanlah arti keseluruhan dari konsep desain minimalis. Praktis,
simpel, dan efisien adalah karakter dari desain minimalis. Anda bisa memanfaatkan jasa arsitek
rumah untuk melakukan hal seperti ini.
Jika berbicara mengenai konsep rumah tinggal tropisn saja, kita akan berbicara masalah
keseimbangan, misalnya bagian desain interior & eksteriornya. Seperti daerah tropis, matahari
yang terik dan curah hujan yang tinggi diseimbangkan dengan banyaknya tanaman yang
diyakini bisa memberikan perlindungan terhadap habitat di bawahnya. Ditambah pemanfaatan
bukaan yang lebar pada sisi-sisi rumah untuk penghawaan silang (sirkulasi udara) dan
memasukan sinar matahari sebanyak mungkin agar ruangan menjadi terang oleh pencahayaan
alami.
Desain dari arsitek rumah tinggal tropis harus memperhatikan pemakaian overhang atau
teritisan pada konstruksi atap agar menjadi pertimbangan tersendiri untuk mengatasi curah
hujan yang tinggi pada iklim tropis. Desain atap dengan kemiringan lebih dari 30
akan membantu untuk mengalirkan curah hujan yang  tinggi sehingga  bangunan terhindar dari
bahaya akan bocor.
Jadi, konsep keseimbangan arsitektur rumah tinggal tropis sebenarnya kental dengan nuansa
natural dan menyatu dengan alam. Ekologi alam tropis itu diwujudkan dalam konsep lingkungan
binaan dengan desain rumah yang memberikan banyak ruang terbuka dan banyak tanaman

hijau, yang diletakkan di luar atau di dalam ruangan. 
sumber : http://www.jasa-arsitek.com/articles/57-membuat-rumah-dengan-mengadaptasi-iklim-tropis.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar