Secara geografis, Indonesia beriklim tropis karena terletak
di kawasan tropis dan diapit oleh
Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Suhu udara antara 20 -
30 derajat Celsius, dengan
curah hujan rata-rata 2.000-3.000 milimeter per tahun, turut
menyuburkan hutan-hutan yang
terserak di seluruh kepulauan. Kondisi tropis alam Indonesia
identik dengan hutannya yang
hijau. Potensi hutan yang hijau itu mampu menggugah para
arsitek rumah tinggal terutama
para arsitek yang desainnya mengaplikasikan
desain tropis modern
=======================================================
Dengan latar belakang tersebut, perwujudan konstruksi dan
eksterior & interior desain rumah
tinggal
yang mengadaptasi kondisi iklim Indonesia lebih
menguntungkan penghuninya. Adaptasi
tersebut sangat memungkinkan penghuni berhemat karena
mudahnya perawatan.
Adaptasi rumah tinggal bagi arsitek rumah tropis modern yang
menyesuaikan dengan kondisi
iklim Indonesia yang tropis dan identik dengan ekologi
tropisnya, yakni hutan yang subur,
diterjemahkan dalam desain tematis arsitektur sebagai rumah
tropis, interior desain maupun
bagian eksteriornya. Dengan demikian, salah satu ciri rumah
tropis modern adalah memiliki
banyak tanaman hijau, baik pepohonan ataupun tanaman
bertubuh rendah (shrubs), atau
dengan kata lain sangat lekat dengan unsur alam dan natural,
baik itu interior design maupun
eksteriornya.
Unsur modern yang ditambahkan dalam rumah tropis memiliki
arti terkini atau terbaru. Trend
desain rumah tinggal yang saat ini adalah berkonsep
minimalis dimana konsep desain
minimalis sangat menguntungkan rumah tinggal yang memiliki
keterbatasan lahan. Kendati
demikian, keterbatasan lahan bukanlah arti keseluruhan dari
konsep desain minimalis. Praktis,
simpel, dan efisien adalah karakter dari desain minimalis. Anda
bisa memanfaatkan jasa arsitek
rumah untuk melakukan hal seperti ini.
Jika berbicara mengenai konsep rumah tinggal tropisn saja,
kita akan berbicara masalah
keseimbangan, misalnya bagian desain interior &
eksteriornya. Seperti daerah tropis, matahari
yang terik dan curah hujan yang tinggi diseimbangkan dengan
banyaknya tanaman yang
diyakini bisa memberikan perlindungan terhadap habitat di
bawahnya. Ditambah pemanfaatan
bukaan yang lebar pada sisi-sisi rumah untuk penghawaan
silang (sirkulasi udara) dan
memasukan sinar matahari sebanyak mungkin agar ruangan
menjadi terang oleh pencahayaan
alami.
Desain dari arsitek rumah tinggal tropis harus memperhatikan
pemakaian overhang atau
teritisan pada konstruksi atap agar menjadi pertimbangan
tersendiri untuk mengatasi curah
hujan yang tinggi pada iklim tropis. Desain atap dengan
kemiringan lebih dari 30
o
akan membantu untuk mengalirkan curah hujan yang
tinggi sehingga bangunan terhindar dari
bahaya akan bocor.
Jadi, konsep keseimbangan arsitektur rumah tinggal tropis
sebenarnya kental dengan nuansa
natural dan menyatu dengan alam. Ekologi alam tropis itu
diwujudkan dalam konsep lingkungan
binaan dengan desain rumah yang memberikan banyak ruang
terbuka dan banyak tanaman
hijau, yang diletakkan di luar atau di dalam ruangan.
sumber : http://www.jasa-arsitek.com/articles/57-membuat-rumah-dengan-mengadaptasi-iklim-tropis.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar