Teknologi Dua Menit Charging untuk 70% Daya Baterai
Zaman sekarang, gadget merupakan
alat elektronik yang paling banyak digunakan oleh masyarakat. Gadget sudah
menjadi hal yang tidak dapat dipisahkan dan menjadi gaya hidup dari seorang
manusia modern. Mengutip pendapat pakar teknologi informasi dari Institut
Teknologi Bandung(ITB), Dr. Dimitri Mahayana, bahwa sekitar 5-10 persen gadget
mania terbiasa menyentuh gadgetnya sebanyak 100-200 kali dalam sehari, baik
untuk mengirim pesan instan maupun mengunggah status. Di Indonesia, demam gadget
ini sudah berlangsung sejak 2008. Indonesia kini bahkan telah menjadi salah
satu negara dengan pengguna Facebook dan Twitter terbesar di dunia, yang
penggunanya masing-masing mencapai 51 juta dan 19,5 juta orang.Ini adalah
kenikmatan penduduk dunia abad ke-21.
Penggunaan gadget yang terlalu
sering menyebabkan daya baterai pun akan lebih cepat habis dan pengisian ulang
daya baterai akan lebih sering dilakukan. Mengingat begitu pentingnya gadget
dalam keseharian kita, banyak cara yang dilakukan agar daya baterai tetap awet
dan pengisian ulang daya baterai dapat dilakukan dengan cepat tanpa menggangu
aktivitas, salah satunya yaitu dengan menggunakan powerbank.
Powerbank merupakan
alat pengisian ulang daya baterai yang dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun.
Namun sayangnya, penggunaan powerbank yang terlalu sering malah justru memperpendek
umur baterai gadget itu sendiri. Tiada perlu untuk bersedih karena ada kabar
gembira untuk kita semua. Kini sedang banyak dikembangkan sebuah baterai yang
mempunyai kemampuan untuk melakukan pengisian dalam waktu singkat atau biasa
disebut dengan istilah fast charging.
Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Nanyang
Technology University, Singapura. Mereka berhasil menemukan sebuah baterai yang
mampu diisi hingga 70 persen hanya dalam waktu 2 menit saja.
Baterai tersebut juga memliki
usia yang lebih lama dibandingkan dengan
baterai yang saat ini beredar di pasaran, dengan ketahanan 10 kali lebih lama.
Sebuah baterai lithium-ion yang saat ini yang banyak beredar di masyarakathanya memiliki usia 500 kali pengisian. Sementara itu,
selain memiliki kemampuan fast charging, baterai hasil kreasi para peneliti
tersebut punya ketahanan mencapai 10 ribu kali pengisian. Mengapa demikian? Para
peneliti tersebut menggunakan gel sebagai anoda dan terdapat pula titanium
dioksida nanotube pada baterai tersebut. Alhasil, baterai pun memiliki
kemampuan pengisian super cepat dengan usia yang lebih lama. Kabar baiknya,
baterai ini pun sudah menjadi lisensi dari sebuah perusahaan yang masih
dirahasiakan namanya. Dan kemungkinan dalam waktu dekat baterai tersebut akan
masuk dalam tahap produksi.
Nampaknya baterai ini bisa jadi pilihan nih untuk
pengguna gadget yang mempunyai masalah dengan baterai yang mudah low dan bisa
membuat pengguna gadget tetap eksis.
Referensi :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar